Viral Gaya Congkak Selangit Rafael Alun Ngaku Penguasa Jaksel Bareng Istri


  Rafael Alun kembali berulah. Kali ini beredar rekaman video yang menyatakan bahwa dirinya adalah penguasa Jakarta Selatan.

Video itu merekam momen Rafael Alun Trisambodo bersama kakak Mario Dandy, Christofer Dhyaksa Darma yang berkacamata hitam.

Selain itu, terlihat juga istri Rafael, Ernie Meike Torondek yang duduk di bangku belakang.

Sementara Rafael Alun duduk di bangku penumpang depan tepat di sisi pengemudi.

Ketiganya terlihat tengah berada di sebuah mobil yang tengah melaju.

Awalnya, Rafel berbicara dengan istrinya, Ernie Mieke Torondek.

Ayah Mario Dandy itu seperti tengah membicarakan seseorang yang sepertinya sudah membuat Rafael jengkel dan kesal.

“Udah, nanti sekali-sekali mamah bayarin aja mah, nanti papah ganti. Biar nggak kebanyakan gaya tu (nama seseorang),” ucap Rafael dengan nada kesal

Selanjutnya, Rafael terdengar tertawa setelah Christofer dan istrinya tertawa.

“Sebel, papa,” sambung Rafael.

Kekesalan Rafael kepada seseorang itu lantaran ia tak terima istrinya diperlakukan tidak baik.

Bahkan Rafael mengungkap bahwa perlakuan yang tidak dijelaskan dalam video itu dilakukan berkali-kali.

“Istri papa diginiin tuh sebel. Ya, kan…berulang kali,” kata Rafael.

Kemudian Ernie Mieke Torondek yang duduk di bangku belakang terdengar menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

Akan tetapi mantan pegawai pajak kaya raya yang kini mendekam di KPK itu langsung memotong penjelasan istrinya.

“Ya ngomong dong, kalo nggak bisa itu ngomong. Ini ada yang berkuasa di Jaksel,” ucap Rafael yang merujuk ucapannya itu kepada dirinya sembari tertawa.

Mendengar ucapan Rafael, Christopher dan Ernie pun ikut tertawa.

Rekaman video Rafael Alun ngaku penguasa Jaksel diunggah akun Instagram @azazeldiablos.

“si paling berkuasa di jaksel neh bos…,” tulis akun tersebut dikutip Pojoksatu.id, Minggu (28/5/2023).

Video Rafael itu pun sontak saja memantik reaksi keras dari netizen yang lagi-lagi dibuat kesal dengan kelakuan keluarga gaya selangit dari duit pajak itu.

“Terus kemaren” si nyonya kok nangis” itu apa cuma dagelan ya sampai rumah ngakaaak” & tuannya jg bilang kl sehari” jatah makan nya dari belas kasihan tetangga”nya…🤔bikin gregeteen sj mereka seklg apa pengen minta dicubit ginjalnya & dilaundry darahnya yaa,” sindir afantiwina***.

“Kl ada sniper bayaran bakal laku nih, cape bgt urusin keadilan di negeri ini,” tulis kms_***.

“Yg paling berkuasa dijaksel duhh bangga bngt sihh pakkkk,,skrg rasain dehh hasil dri kesombongan mu,” kata fashail***..

“Wah wah wah…berkuasa pakai uang haram aja suombong,” sindir susanti.aj***.

“Ngeri boss. Paling berkuasa di jaksel nih. Selama gak ada penyitaan aset ya tetep berkuasa ini. Mangkanya pada santai2 keluarganya,” balas schilleri***.

Bahkan saking kesalnya ada juga netizen yang menyenggol Presiden Jokowi sampai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Bagaimana ini pak ?? @jokowi @mohmahfudmd @listyosigitprabowo @divisihumaspolri @poldametrojaya,” toel pisg***.



Kasus di KPK

Sementara, KPK hingga saat ini masih terus melakukna penelusuran terkait dugaan tindak pidana pencucian uang alias TPPU yang dilakukan Rafael Alun Trisambodo.

Terakhir, KPK mencekal seluruh 5 Rafael Alun dan adik kandungnya bepergian ke luar negeri untuk kepentingan penyelidikan sampai September 2023 mendatang.

Kelimanya adalah Ernie Meike Torondek, Gangsar Sulaksono adik Rafael, Angelina Embun Prasasya anak Rafael, Christofer Dhyaksa Darma anak Rafael, dan Wahono Saputro selaku Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim.

Selain itu, KPK secara resmi menahan Rafael di Rutan KPK pada Senin (3/4/2023).

Dalam perkaranya, saat menjabat sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sejak 2005 lalu, Rafael memiliki kewenangan meneliti dan memeriksa temuan perpajakan dari wajib pajak yang tidak sesuai ketentuan.

Pada 2011, Rafael diangkat dalam jabatan selaku Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak pada Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jawa Timur 1.

Dengan jabatannya, diduga Rafael menerima gratifikasi dari beberapa wajib pajak atas pengondisian berbagai temuan pemeriksaan perpajakan.

Rafael juga diduga memiliki beberapa usaha, di antaranya PT Artha Mega Ekadhana (AME) yang bergerak dalam bidang jasa konsultansi terkait pembukuan dan perpajakan.

Pihak yang menggunakan jasa PT AME adalah para wajib pajak yang diduga memiliki permasalahan, khususnya terkait kewajiban pelaporan pembukuan perpajakan pada negara melalui Ditjen Pajak.

Setiap kali wajib pajak mengalami kendala dan permasalahan dalam proses penyelesaian pajak, Rafael diduga aktif merekomendasikan PT AME.

Sebagai bukti permulaan awal, tim penyidik menemukan aliran uang gratifikasi yang diterima Rafael, sekitar 90 ribu dolar AS, diterima melalui PT AME.

KPK sendiri telah mengamankan berbagai alat bukti saat melakukan penggeledahan di rumah Rafael yang beralamat di Jalan Simprug Golf, Jakarta Selatan.

Saat penggeledahan itu, ditemukan antara lain, dompet, ikat pinggang, jam tangan, tas, perhiasan, dan sepeda, serta uang dengan pecahan mata uang rupiah.

Turut diamankan uang sejumlah Rp32,2 miliar yang tersimpan dalam safe deposit box di salah satu bank dalam bentuk pecahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS), mata uang dolar Singapura, dan mata uang Euro

Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah dengan memiskinkan keluarga Rafael Alun saja sudah cukup? (Guruh/Pojoksatu.id)



Post a Comment

Previous Post Next Post