Miskin Prestasi Tapi Cerita Sana-sini Ngaku Dijegal Maju Pilpres, Mulut Anies Dibungkam Teddy Gusnaidi: Ini Penyakit!

 


Juru Bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi menyentil keras bakal calon presiden usungan Koalisi Perubahan Anies Baswedan yang mengaku dijegal maju Pilpres 2024. Teddy mengatakan klaim penjegalan itu adalah cerita omong kosong. 

Baginya mustahil jika Anies Baswedan dijegal sebab sejauh ini eks Gubernur DKI Jakarta sekaligus eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak punya prestasi apa-apa. Teddy menegaskan Anies tidak dijegal karena dirinya bukan capres unggulan

"PDIP pun berpendapat sama seperti Partai Garuda. Karena sama sekali tidak mempunyai prestasi, makanya membuat cerita dijegal. Ini penyakit," kata Teddy di laman twitternya  @TeddGus dilansir Populis.id Jumat (9/6/2023). 

Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga melontarkan kritik keras buat Anies atas pengakuan penjegalan tersebut. Dia  mengatakan klaim penjegalan Anies Baswedan maju pada Pilpres 2024 yang digembar-gemborkan selama ini adalah pernyataan tanpa bukti.


Anak Buah Megawati Soekarnoputri itu mengatakan klaim penjegalan Anies Baswedan sengaja digembar gemborkan hanya untuk menutupi kelemahan Anies Baswedan yang  nir prestasi selama 5 tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta. 


“Ketika sosok itu tidak punya banyak prestasi, kemudian menciptakan sepertinya ada hambatan dari luar,” kata Hasito kepada wartawan Kamis (8/6/2023). 

Bagi Hasto, Anies Baswedan memang memang miskin prestasi, buktinya dia sama sekali tidak berdaya menangani banjir Jakarta sewaktu menjabat Gubernur DKI. Alih-alih mencetus ide cemerlang atau meneruskan program pengentasan banjir yang diwariskan pendahulunya, Anies kata dia justru menggelontorkan dana jumbo untuk membangun sumur resapan yang sama sekali tak ada manfaatnya. 


Jadi menurut Hasto, menjegal Anies Baswedan maju Pilpres 2024 hanya buang-buang waktu, sebab kinerja buruknya di Jakarta sudah cukup memberi gambaran kepada masyarakat untuk menentukan pilihannya pada Pilpres 2024. Bagi Hasto seluruh masyarakat Indonesia juga tahu persis kinerja Anies Baswedan memang amburadul. 

“Ya, buat apa kami melakukan ganjalan. Karena rakyat sendiri sudah menceritakan kinerjanya. Sumur (resapan) yang yang tidak membawa manfaat, apa yang dilakukan Presiden Jokowi begitu baik di Jakarta tidak dilanjutkan,” tegasnya. ***

Post a Comment

Previous Post Next Post