Viral Siswi SMP Berseteru dengan Pemkot Jambi Gegara Mencari Keadilan Untuk Neneknya, Pejuang Kemerdekaan RI


 Setelah TikToker Bima yang membuat viral Kota Lampung, kini Jambi ikut menyusul.

Namun, kali ini bukan tentang jalan yang rusak, melainkan sebuah keadilan untuk Nenek Hafsah yang rumahnya rusak.

Rusaknya jalan depan rumah Nenek Hafsah disebut karena setiap hari dilewati oleh mobil muatan berat.

Dimana muatan mobil tersebut sekitar 20 ton yang merupakan milik Perusahaan Cina.

Seorang TikToker Syarifah Fadiyah Alkaff memberanikan diri melakukan protes kepada Wali Kota Jambi.

Namun, alih-alih direspon dengan baik, ia malah mendapat pernyataan yang kurang mengenakkan dari Wali Kota Jambi, Syarif Pasha.




@fadiyahalkaff post ulang karna kena pelanggaran | tolong di simak hingga selesai #pelecehan #fadiyahalkaff #komisiperlindungananak #kpai #kapolriindonesia #kapoldajambi #nenekhafsah #syariffashamendzolimipejuangkemerdekaan #walikotajambi #walikotajambimenyengsarakannenek #syarifah #trending #mencarikeadilan #jambi_city #videoviral #keadilan #hukum #pejuangkemerdekaan #tkr #siswismp #guru #muriddanguru #siswiindonesia #anakindonesia ♬ suara asli - lawak | Lapor Wak!



Dimana Syarif Pasha mengatakan bahwa ada 90 KK yang menerima kompensasi dari perusahaan Cina pemilik mobil muatan berat dan tidak protes.

Hal ini membuat Syarifah Fadiyah Alkaff semakin kecewa dengan pernyataan Wali Kota Jambi ini.

Menurut Syarifah Fadiyah Alkaff, Wali Kota Jambi membuat pernyataan tanpa melihat fakta yang sebenarnya.

Setelah protes yang dilakukan oleh TikToker Syarifah Fadiyah Alkaff, banyak yang penasaran dengan tingkat pendidikannya. 

Pasalnya, meski masih muda, namun ia sudah memiliki keberanian dan sikap kritis yang membuat kagum banyak orang.

Dilansir JatimNetwork.com dari akun TikTok @fadiyahalkaff, Syarifah mengatakan bahwa dirinya saat ini masih menempuh pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama atau SMP, tepatnya di SMP Kota Jambi.

Tak tinggal diam, Syarifah pun melaporkan Debi Ceper ke polisi. Lewat akun Tiktok miliknya, Syarifah melaporkan pemilik akun Instagram bernama @debiceper23. 


"Saya melaporkan akun yang bernama Debi Ceper yang diketahui adalah seorang influencer dan pelawak Provinsi Jambi yang mana dia berkomentar di salah satu video saya yang diposting oleh media lokal Jambi @infoanakjambi," kata Syarifah. 

"Debi Ceper berkomentar dan mengatakan 'perkerjaan apa yang gajinya sehari menghasilkan uang Rp1,3 miliar selain ngangkang?' yang tidak lain adalah dengan tujuan melecehkan saya menjuruskan ke asusila dan menganggap saya sebagai seorang pelacur," ucap siswi SMP itu.

Tak hanya itu, Syarifah juga sebut Debi mempermasalahkan jilbab yang ia kenakan. Siswi SMP itu pun dengan tegas mengatakan bahwa ia adalah anak baik-baik. 


"Saya adalah seorang anak perempuan pelajar SMP di kota Jambi yang baik-baik," ujarnya.

Syarifah mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian di Jambi pada tanggal 29 Mei 2023 yang lalu.


Aksi berani Syarifah pun mendapat dukungan dari publik di laman sosial media. ***



Post a Comment

Previous Post Next Post