Seorang pria bernama Adam meninggal dunia di atas pohon di Batu Merah Bawah, Batam, Kepulauan Riau.
Warga setempat meyakini pohon itu angker sehingga tidak ada yang berani memotongnya.
Kemudian Adam sebagai tukang potong pohon keliling dipercaya untuk memotongnya dengan bayaran Rp 7,5 juta.
Tragis, pesanan untuk memotong pohon menjadi yang terakhir kali sebelum menutup mata untuk selama.
Awalnya, pria tersebut dipercaya untuk menebang pohon yang letaknya ditengah pemukiman warga, Selasa (25/7/2023) sore.
Berdasarkan informasi yang diterima, Adam berprofesi sebagai penebang keliling.
Proses evakuasi dilakukan bersama tim gabungan, Damkar BP Batam, Polisi dan Pol PP.
Evakuasi membutuhkan waktu lama karena lokasinya cukup sempit dan pohon yang cukup tinggi.
Upah yang diterima Adam dan dua pekerja lain untuk memotong pohon Pulai di RT 014, RW 04 Batumerah, Batam sebesar Rp 7,5 juta.
Nominal tersebut sudah dibayarkan oleh pemilik tanah setempat bernama Poniman.
Hal itu disampaikan oleh Ketua RT 014, Yusri Rabu (26/7/2023).
Kepada Tribun Batam, Yusri mengaku pemotongan pohon Pulai itu, melibatkan warga setempat.
"Kami sama-sama bekerjasama untuk memotong pohon tersebut. Kami prihatin karena pohon itu cukup besar dan kami takut jika tumbang akan merugikan warga di lokasi kejadian," sebut Yusri.
Dijelaskannya, ide untuk menebang pohon itu datang dari pemilik tanah Poniman.
"Poniman datang meminta pendapat kepada saya. Waktu itu saya setuju saja, lantaran demi keamanan bersama," jelas RT.
Poniman rencana menggunakan tanah itu untuk membangun kos-kosan jika pohon tersebut berhasil di tumbangkan.
Beberapa waktu berlalu, Poniman mendapat spesialis penebang bernama Adam.
Proses negosiasi harga pun dilakukan.
Awalnya Adam dan rekannya meminta Rp 11 juta, namun Poniman menawarkan hingga deal di angka Rp 7,5 juta.
Proses pekerjaan sendiri sudah lama, kurang lebih dua Minggu lamanya.
"Adam dan rekan-rekannya kerjanya tidak rutin. Kadang sehari kerja, dua hari libur," ungkapnya.
Terakhir kemarin, mereka mulai bekerja kurang lebih pukul 09.00 WIB, sempat istirahat makan siang dan lanjut lagi pada pukul 15.00 WIB hingga terjadi peristiwa itu pada pukul 18.30 WIB.
"Sebelum Magrib, Adam sudah diingatkan untuk turun terlebih dahulu, hanya saja ia menolaknya. Tanggung katanya," cerita Yusri.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi secara spontan.
Diduga human eror, Adam dinilai salah memotong.
Seharusnya pohon itu di potong bagian depan secara keseluruhan baru di balas dari belakang.
"Menurut info warga, dahan itu jatuhnya tidak sempurna. Cara pemotongan tergolong mendatar sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk menarik. Begitu mau jatuh dahan merosot ke bawah sehingga Adam terkena ranting pohon itu," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Adam merupakan warga perumahan Permata Laguna Blok A3, Marina.
Jenazah sudah diberangkatkan ke Padang Sumatera Barat, untuk dikebumikan. (*)
