Terpaksa tulis Islam di kolom KTP, jerit hati pemeluk agama Yahudi di Cirebon, rela berbohong demi…


 Pemeluk agama Yahudi di Indonesia memang tergolong kurang mendapat tempat baik di masyarakat maupun administrasi negara.

Pasalnya agama Yahudi tergolong minoritas di tanah air disusul juga dengan setimen anti semitisme di sebagian kalangan muslim.

Alhasil tak jarang perlakuan kurang menyenangkan dialami sejumlah pemeluk agama Yahudi di tanah air.

Hal itu seperti pernah diceritakan oleh Ezra Abraham, penganut agama Yahudi asal Cirebon, Jawa Barat.

Ezra mengaku terpaksa menulis Islam pada kolom KTPnya saat mengurus administrasi kependudukan di pemerintah setempat pada 2016 silam.

"Karena agama di KTP adalah Islam, mau tidak mau saya harus ikut acara-acara muslim,” ucap Ezra kepada BBC News Indonesia, dikutip Hops.ID pada Jumat, 14 Juli 2023.

Akibatnya, Ezra kerap dihantui rasa bersalah lantaran harus mengikuti cara-cara muslim di masyarakat.

“Jadi kadang ngebunglon, rasanya membohongi diri sendiri," sambungnya.

Semula Ezra menginginkan kosongkan kolom agama pada KTPnya, namun rekan-rekannya menyarankan tidak demikian.

Pasalnya, mengosongkan kolom agama bisa saja makin runyam dalam bersosial seperti diksriminasi maupun tak mendapat pelayanan publik.

"Saya Yahudi, di KTP Islam. Untuk menghindari diskriminasi yang tidak perlu itu disarankan jangan," imbuhnya.

"Saya khawatir keluarga di rumah bisa kena persekusi, apalagi Yahudi kurang bisa diterima di Indonesia,” tambah Ezra.

Terlebih Ezra mengaku trauma dengan kejadian persekusi di sejumlah daerah terhadap pemeluk agama Yahudi.

"Tahun 2009 atau 2010 sinagoge Yahudi di Surabaya ditutup oleh kelompok intoleran. Persekusi semacam itu bisa saja terjadi lagi, kalau ada kejadian buruk di Timur Tengah pasti ribut di sini," tutur Ezra.

Kendati menuliskan Islam di kolom KTP, namun Ezra bisa membedakan kepercayaan hatinya dengan sebuah hal yang bersifat normalitas.

"Saya sudah bisa memisahkan apa yang saya percaya dengan apa yang ada di kartu identitas. Jadi biasa saja,” pungkas Ezra.***

Post a Comment

Previous Post Next Post