Kesempatan yang diberikan NasDem bagi Demokrat untuk kembali bergabung ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies Baswedan disebut pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto sebagai jebakan.
Pasalnya menurutnya, jika Demokrat menerima kesempatan bergabung kembali pada koalisi yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Pilpres 2024, maka setelah itu mereka akan dihajar habis.
"Ini bukan tawaran tapi jebakan. Begitu diterima langsung dihajar habis-habisan," ucap Gigin Praginanto dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (7/9).
Sebelumnya, Ketua DPP Partai NasDem Effendi Choirie mengatakan pihaknya masih membuka kesempatan bagi Demokrat untuk kembali lagi bergabung mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024.
“Demokrat sudah mengatakan mundur. Kalau balik lagi ya Marhaban. Selamat kembali lagi, silakan. Jadi kami terbuka,” ujar Effendi di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2023) dikutip dari TV One News.
Lebih lanjut, ia mengatakan NasDem sangat terbuka bagi partai politik (parpol) manapun yang ingin bergabung dalam koalisi untuk mendukung Anies dengan Cak Imin.
“Kami mantap dengan koalisi ini, tetapi kami terbuka untuk seluruh partai politik, komunitas-komunitas politik untuk bergabung dengan kami,” jelas Effendi.
Untuk diketahui, pada Jumat (1/9/2023) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Demokrat resmi mencabut dukungan kepada Anies dan keluar dari KPP sesuai dengan hasil rapat anggota Majelis Tinggi.(populis.id)
